ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| WOUW..!! Ternyata Sikap Para Taipan Nggak Bisa Dipegang. Ini Buktinya!!! |
Di ambil dari Nusantara kini dot
com. Tulisan ini hadir karena ada info para taipan putar hal politik dengan
kasi kode untuk merapat kepada gubernur terpilih. Tersebutlah kelompok Lippo
dan BCA siap mendukung program rumah tanpa DP yang tadinya diolok-olok kubu Ahok.
Hal
semacam ini perlu mempertimbangkan cerita di bawah ini.
Suatu
ketika Pak Harto yang baru saja mengambilalih kekuasaan dan berusaha
mengendalikan Orde Baru, dijumpai oleh mendiang Liem Soe Liong atau Sudono
Salim.
Sebagai
teman lama, tentu Pak Harto senang dan menawarkan kesempatan pada sahabatnya
itu untuk berpartisipasi dalam membangun Indonesia yang
amburadul pasca Soekarno.
Cerita
pun dimulai. Pak Harto bertanya, apa yang dapat dia bantu untuk Liem Soe Liong.
Om Liem, demikian dia dijuluki kemudian, dengan simpatik hanya menjawab. “Pak
Harto, saya ini olang kelja.
Apa
saja yang bisa saya keljakan, akan saya kerjakan demi pembangunan,” jawabnya
simpatik dengan logat Tionghoa yang kental.
Om Liem
ingin mengesankan dirinya sebagai orang netral dan tidak mau ikut campur dalam
urusan politik. Maklumlah, Pak Harto lagi sibuk-sibuknya menata stabilitas
politik sehabis G30S / PKI.
“Kalau
begitu, bantu kita untuk mencukupi pangan rakyat.
Bangun
pabrik dan usahakan permodalan dari manapun.
Cuman pemerintah belum
bisa kasi modal. Maklum keuangan ludes,” ujar Pak Harto.
Om Liem
yang ditantang begitu, lanjut tancap gas.
Dia mengoptimalkan permodalan
dari jaringannya. Mulailah dia membangun Bogasari dan pabrik tepung terigu.
Kelak core bisnisnya ini menjadi yang terbesar di Indonesia.
Dari
bisnis inilah Om Liem membangun bisnis mie instan, tepung terigu, dan
cabang-cabang bisnis lainnya.
Berlalu
waktu. Hingga di pertengahan tahun 90-an, Om Liem dan teman-teman taipannya,
termasuk Eka Tjipta, Mochtar Riady, Sofyan Wanandi dan lain-lain, beramah-tama
di Bali. Tepatnya di Jimbaran.
Pembicaraannya
adalah, karena para taipan ini telah besar karena difasilitasi dan disokong
oleh negara, maka kini mereka dapatlah melakukan hal yang sama kepada UKM-UKM
yang kebanyakan pribumi itu. Harapan itu disampaikan langsung oleh Pak Harto.
Tak
disangka, para taipan yang disebut kelompok Jimbaran itu menolak harapan Pak
Harto.
Alasannya tidak akan membuat UKM itu maju dengan cara yang tepat. Para
taipan itu ingin melihat UKM-UKM itu tumbuh alamiah saja bersaing dengan
kompetitor bisnis yang ada tanpa bantuan para taipan. Kontan Pak Harto
tersinggung.
Pak
Harto masam mukanya dengan respon yang tidak disangka Pak Harto itu.
Wajarlah
Pak Harto marah.
Sebab,
para taipan itu pun berkembang bukan alamiah, tapi karena difasilitasi dan
dibantu oleh negara. Mengapa kini mereka tidak membalas jasa negara padahal
negara hanya ingin semua rakyat tumbuh dan makmur bersama.
Kisah
yang terlanjur terkenal ini hendaknya menjadi pelajaran ketika bekerjasama
dengan para taipan.
Dulu
bilangnya kami ini olang kelja. Setelah kuat, kami ini juga olang politik. Saat
tersudut, balik lagi bilang, kami ini olang kelja.
Lantas
siapa bisa percaya dengan you punya style kayak gitu ?
~ John Mortir
Tambahan
:
Ini
lah kisah yang tidak di ketahui oleh generasi setelah reformasi yang kebablasan
!!!

0 Response to "WOUW..!! Ternyata Sikap Para Taipan Nggak Bisa Dipegang. Ini Buktinya!!!"
Posting Komentar