ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
![]() |
| Demi Memuluskan Langkah Prabowo di Pilpres 2019. |
Hampir dipastikan, Partai Gerindra dan PKS akan berkoalisi dalam
pertarungan Pilgub Jabar 2018.
Calon
Gubernur Jawa Barat dari Partai Gerindra,
Mulyadi berharap koalisi ini mengulang sukses memenangkan Pilgub DKI Jakarta,
menumbangkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat
yang diusung banyak partai.
Seperti
diketahui, DPD Gerindra Jawa
Barat mengusung Mulyadi, kader internal partai untuk maju sebagai Calon
Gubernur (Cagub) pada Pilkada Jawa Barat setelah mendapatkan rekomendasi dari
seluruh pengurus Gerindra tingkat
kabupaten/kota se-Jabar.
”Awalnya
saya tidak mencalonkan diri. Tapi saat akumulasi suara kader yang diputuskan di
rapimda sudah bulat, secara pribadi saya siap menjadi salah satu kontestan di
Pilgub Jawa Barat,” ujarnya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group).
Mulyadi
yang juga pengusaha ini optimistis bisa menjalankan misi Partai Gerindra, yakni memuluskan langkah Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019. ”Tujuan akhir partai adalah Prabowo Subianto jadi Presiden,” tandasnya.
Partai Gerindra, kata dia, memilih kadernya
sendiri karena merasa trauma. Belajar dari pengalaman Pilkada Jakarta dan Kota
Bandung yang mengusung calon eksternal tapi saat menjadi pemenang, mereka
justru berkhianat dan malah berbalik melawan partai.
”Contohnya,
Ridwan Kamil yang sebelumnya kami usung, tetapi dalam perjalanannya beliau
tidak bersedia menjadi kader partai,” ujarnya.
Mulyadi
mengaku siap bersaing dengan kandidat lain yang digadang-gadang bakal
meramaikan bursa Pilkada Jawa Barat seperti Dedi Mizwar, Dede Yusuf, Dedi
Mulyadi, dan Ridwan Kamil.
”Tingkat
popularitas bukan jaminan memang dalam Pilkada Jawa Barat. Karena kultur
warganya sangat berbeda dengan Jakarta. Jadi segala kemungkinan masih bisa
terjadi. Untuk itu saya akan terus bersosialisasi kepada warga Jawa Barat,”
cetusnya juga.
Terkait
siapa yang akan menjadi lawan berat dalam Pilgub Jawa Barat nanti, Mulyadi
menegaskan jika setiap kandidat yang bakal maju memiliki kelebihan dan
kekurangan.
Selain
elektabilitas, kinerja mesin partai mengkampanyekan dan memperkenalkan kandidat
kepada masyarakat juga memiliki peranan yang sangat besar.
”Popularitas
tinggi jika tidak diimbangi dengan kinerja mesin partai juga tidak akan
maksimal. Jadi tidak ada jaminan popularitas seorang kandidat akan memenangkan
pilkada,” tegasnya.
Sementara
untuk proses koalisi dengan partai lain guna memuluskan pencalonan dirinya maju
dalam Pilkada Jawa Barat, Mulyadi mengaku sedang melakukan komunikasi politik
dengan pengurus partai lain mulai di tingkat Jawa Barat maupun pusat.
”Saya juga
sudah melakukan silaturahmi dengan calon gubernur dari partai lain. Termasuk
dengan tokoh masyarakat dan ulama asal Jawa Barat, seperti Kiai Abdullah
Gymnasiar atau Aa Gym dan Ustad Arifin Ilham,” pungkasnya. (has) jpnn

0 Response to "Demi Memuluskan Langkah Prabowo di Pilpres 2019."
Posting Komentar